Pasar Berbeda Dengan Mesjid
Penulis : Muh. Rafly Setiawan Sekarang ini, muncul fenomena sosial baru yang sama sekali tidak relevan dengan konteksnya. Mengapa demikian? Beragam kontroversi yang berseliweran di media sosial yang menyatakan bahwa, "Mesjid kok ditutup, sedangkan pasar masih buka". Kekeliruan dalam berpikir saya rasa, karena tidak ada sama sekali korelasi dari kedua tempat tersebut. Umat muslim begitu galau, lantaran memasuki perayaan Idul Fitri mesti dilakukan "dirumah aja". Kendati demikian, marak reaksi negatif yang memberikan justice bias pada sisi yang paradoksal. Lha, kok bisa? Iyalah, tak etis jika persinggungan ini justru mencemburui pasar (transaksi ekonomis) akibat tidak diizinkan tempat peribadatan beroperasi. Saya sekali lagi tidak ada maksud untuk merendahkan status sosial dari mesjid. Karena saya tidak membangun hatespeech terhadap muslim. Saya akui, agama saya juga islam, namun pola pemikiran kita masih terlampau jauh primitif (tertinggal 100 tahun kebelakang). Upaya...