Postingan

Prinsip Moderasi sebagai Kekuatan Pemersatu Bangsa

Gambar
Istilah moderasi sudah menjadi istilah yang mewarnai kemajemukan kebangsaan Indonesia, sebab moderasi suatu sifat yang menghindarkan perpecahan berbangsa yang didorong oleh konflik Ras, Suku, Agama dan perpecahan lainnya, yang dapat menggangu persatuan dalam berbangsa. Kata Moderasi berkaitan dengan kata moderat yang artinya di tengah, dan berkaitan juga dengan kata moderator yang artinya orang menengahi. Sementara kata Moderasi dalam Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah menghindari perpecahan. Olehnya itu kata Moderasi ialah suatu istilah yang dapat menjamin kehidupan untuk terhindar dari perpecahan ketika moderasi di jadikan prinsip setiap orang. Di balik kemunculan kata moderasi adalah respon atas apa yang terjadi dalam realitas bangsa Indonesia, yaitu realitas konflik yang di sebabkan oleh perbedaan, entah konflik tersebut muncul karena ketidak siapan setiap orang untuk menerima perbedaan atau sebab-sebab lain atas konflik tersebut.  Konflik berlatar agama dapat menimpa b...

LaMa Ngawur

Gambar
Sumber Gambar:PersmaFilipi Kata Mahasiswa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) orang yang belajar di perguruan tinggi. Secara harfiah mahasiswa adalah orang yang menempu di perguruan tinggi, baik di universitas, istitut atau akademi dan mereka yang terdaftar sebagai murid di perguran tinggi otomatis dapat disebut mahasiswa. Dikenal dengan nalar kritisnya serta kecakapannya dalam menelaah permasalahan, itu sudah hal yang lumrah bagi khalayak umum. Seperti yang teruang dalam sejarah gerakan yang dilakukan pemuda Indonesia masa penjajahan, mulai dari Soekarno dan kawan-kawannya, yang melakukan gerakan diplomasi dengan lihai sehingga Indonesia dapat merdeka dari penjajah. Setelah kemerdekaan, di pemerintahan soekarno mahasiswa lagi lakukan gerakan yang menumbangkan rezim Soekarno yang dikenal dengan Orde Lama, dimana mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi yang membawa beberapa tuntutan yang dikenal dengan Tritura (Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat) yang merespon terkait krisis monet...

Tindakan Kekerasan Dalam Paradoksal Demokrasi

Gambar
Penulis : Muh. Rafly Setiawan https://saripedia.wordpress.com Dalam pengertian umum kekerasan merupakan aktivitas individu atau kelompok yang membuat individu maupun kelompok lain dapat mengalami cidera fisik maupun nonfisik. Namun, penulis akan membahas praktik kekerasan dalam kaitannya dengan sistem demokrasi, entah itu yang berlaku di Negara Indonesia maupun yang dipegang teguh oleh beberapa negara adidaya seperti Amerika Serikat ataupun Uni Eropa. Lebih spesifik, meninjau pelaksanaan tugas praktis penegak hukum yang begitu banyak melakukan tindakan represif sehingga terdapat hubungan paradoksal antara civil society dan law enforcer (elite class) dalam sistem demokrasi. Seperti yang diketahui, maraknya kekerasan fisik terhadap warga negara dalam negara yang menganut sistem demokrasi, telah menjadi rahasia umum. Bila ditelusuri jejak historis maupun landasan filosofisnya, terdapat pergeseran makna dengan apa yang kerap kali dilakukan oleh beberapa institusi penegak hukum. Alhasil, me...

Pilih Model Apa; Ilmiah Atau Sastra?

Gambar
Penulis : Muh. Rafly Setiawan sumber gambar : https://www.daniebinsakim.wordpress.com Di tahun 2020, begitu pelik problem yang menjadi tantangan seluruh negara di dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Bukan hanya soal pandemi Covid-19, namun juga dalam bidang kepenulisan. Butuh penjelasan yang autentik, terkait penulis yang dilematis dalam menentukan orientasi tulisan. Pertanyaan yang kerap muncul, apakah perlu untuk mengoneksikan sebuah tulisan dengan menyisipkan teori para penulis terdahulu? Ataukah tidak terlalu penting dalam penguatan argumentatif pada tulisan untuk menyentol sebuah teori penulis lain? Ini akan saya ulas sedikit hal agar tidak terjadi dis-orientatif saat menulis. Sejauh amatan penulis, mendapati frasa yang begitu populer dalam dunia keilmiaan, "tulisan yang baik dan benar adalah tulisan yang menyelipkan ide dan gagasan para penulis tersohor agar tulisan itu dapat diterima sebagai acuan akademis". Misalnya, kala hendak menuliskan fenomena politik yang mengala...

Hantu Masa Lalu Yang Kembali Dihidupkan

Gambar
Penulis : Muh. Rafly Setiawan Sumber Gambar : https://www.google.com "Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan dan humanity above religion—Gusdur." Saya terheran-heran mendapati berbagai narasi agitatif di media sosial yang mencoba menghidupkan kembali hantu masa lalu. Dengan ulasan-ulasan yang utopis, penerangannya bahwa antek-antek Partai Komunis Indonesia (PKI) akan mengambil alih tampuk kekuasaan negeri. Entah apa yang coba diselipkan dari narasi tersebut, yang pasti menimbulkan reaksi dan sangat meresahkan publik. Dalam salah satu group whatsaap, saya menemukan selebaran yang amat kontroversial. Pada kalimatnya berbunyi, "jejak history masa lalu dalam penumpasan G30S/PKI merupakan sejarah kelam bangsa ini. Akan tetapi sekarang ini, malah penerus ideologi komunis makin merajalela di Indonesia. Mari tumpas sampai ke akar-akarnya". Pasalnya, bagaimana mungkin ideologi tersebut akan booming, sedangkan Indonesia menganut ideologi futuristik yakni Pancasila...

Ucapan Minal Aidin Wal Faidzin Lewat Online

Gambar
Penulis : Muh. Rafly Setiawan Wabah covid-19 tidak memungkinkan umat muslim untuk menyampaikan kalimat "mohon maaf lahir dan batin" kepada sesamanya. Karena perlu mendengarkan maklumat pemerintah demi keselamatan bersama. Tak terkecuali, ucapan itu dapat diteruskan via online. Kendati demikian, kebiasaan dalam menyampaikan permintaan maaf di hari raya Idul Fitri telah lama berlangsung. Setiap memasuki momentum lebaran, seluruh akun (khususnya umat muslim) membanjiri linimasi media sosial. Ramai menuliskan permohonan maaf kepada keluarga, teman, sahabat, maupun masyarakat digital yang hanya berteman di media sosial. Saya mengamati perkembangan budaya ini adalah satu hal yang dapat mendatangkan kemanfaatan. Meskipun selalu ada silang pendapat di dalamnya. Misalnya, saat kita menuliskan ucapan maaf di jaringan internet, pasti ada reaksi negatif dari pengguna lain. Komentar nyinyir pun menyuarak. Katanya "minal aidin wal faidzin hanya bisa dilakukan ketemu langsung". Su...

Pasar Berbeda Dengan Mesjid

Gambar
Penulis : Muh. Rafly Setiawan Sekarang ini, muncul fenomena sosial baru yang sama sekali tidak relevan dengan konteksnya. Mengapa demikian? Beragam kontroversi yang berseliweran di media sosial yang menyatakan bahwa, "Mesjid kok ditutup, sedangkan pasar masih buka". Kekeliruan dalam berpikir saya rasa, karena tidak ada sama sekali korelasi dari kedua tempat tersebut. Umat muslim begitu galau, lantaran memasuki perayaan Idul Fitri mesti dilakukan "dirumah aja". Kendati demikian, marak reaksi negatif yang memberikan justice bias pada sisi yang paradoksal. Lha, kok bisa? Iyalah, tak etis jika persinggungan ini justru mencemburui pasar (transaksi ekonomis) akibat tidak diizinkan tempat peribadatan beroperasi. Saya sekali lagi tidak ada maksud untuk merendahkan status sosial dari mesjid. Karena saya tidak membangun hatespeech terhadap muslim. Saya akui, agama saya juga islam, namun pola pemikiran kita masih terlampau jauh primitif (tertinggal 100 tahun kebelakang). Upaya...