Postingan

Tradisi vs islam (isme-isme)

Gambar
Virus takhayul, bid'ah, dan churafat akhir akhir ini kian merambah hampir kesetiap pelosok pelosok negeri. Tradisi dan budaya yang masih kental dulunya dikalangan masyarakat pedesaan kini mulai dihinggapi virus itu, hingga kemudian mulai luntur dan sedikit demi sedikit dan mulai ditinggalkan dengan dalih takut dicap sebagai pendusta agama, syirik bahkan kafir. Ngeriiii bukan? Banyaknya kelompok-kelompok "ustadz milenial" muncul membawakan kajian Islam dengan tingkat pemahaman agama yang masih minim _parsial_ (sepotong-potong), bisa dibilang mereka jauh dibawah dari para kiyai-kiyai pendahulu yang tidak diragukan lagi, bahkan sanad keilmuan yang sampai ke Rasulullah Saw, (sedikit anekdot terlintas saya menganggap kalau ust milenial mirip seperti motivator).Tidak sedikit dari mereka yang tidak segan-segan mengatakan bid'ah, sampai mengatakan haram dan kafir kepada tradisi dan budaya yang sudah lama dilakukan oleh orang-orang tua pendahulu. Mari kita sama-sam...

Moderasi Berpikir dan Fenomena 'Syariatisasi'

Gambar
Rabu 30 juli lalu, diskusi hangat berlangsung sejak pukul 21.00 hingga 22.30 WITA di salahsatu channel TV nasional. Mata Najwa, demikian nama program acara perpekan yang dimaksudkan. Beberapa tokoh nasional, terlibat dalam diskusi, antara lain: KH. Marsudi Syuhud, Maman Imanulhaq, Lutfi (Direktur Ormas Ditjen Polpum Kemendagri), Mardani Ali Sera, Awit Mashuri dan lainnya. Dalam acara yang dipandu oleh Najwa Shihab, mendiskusikan salahsatu isu yang kontroversial saat ini. Pasalnya, mengangkat tema "FPI : simalakama ORMAS". Center point diskusinya terkait perpanjangan izin (SKT) ormas yang disebutkan. Namun belakangan menyeruak ke berbagai poin lainnya, Walau memang tak bisa dipungkiri keterkaitannya satu sama lain. Diskusi tersebut, menurut hemat penulis cukup alot. Mba Nana (red. Najwa Shihab) kerap terlihat mengambil tindakan untuk "memotong" argumen yang dilontarkan oleh para pembicara demi menjaga stabilitas dan kondusifitas berlangsungnya acara.  ...

Fiqh Sebagai Etika Sosial, Bukan Sebagai Hukum Negara

Gambar
Dalam upaya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita akan di pertemukan dengan pertentangan-pertentangan horizontal antar manusia itu sendiri dan akan lebih kompleks kebuntuan yang akan kita temukan jika memandang banyak negara yang di hidupi oleh satu bangsa, sebaliknya akan terjadi harmonisasi apabila meyakini satu negara yang di hidupi oleh berbagai macam bangsa. Indonesia yang hidup beragam suku, agama, ras dan budaya menghadapi pertarungan ideologi atau paham yang sejak dulu telah di prediksikan oleh para pendiri bangsa. hal tersebut memang mesti kita amini, namun bukan berarti menerima tanpa melakukan perbaikan. Penerimaan atau  menganggap itu suatu kewajaran tidak patut menjadi landasan berfikir yang absoulut. Sebab transformasi ilmu dengan mengkontekstualkan teks-teks yang menjadi sumber pengetahuan atau keyakinan akan mendinamisasi suatu ideologi sehingga tidak mengalami kebuntuan kapan pun dan dimana pun penyebarannya sedang berkembang tanpa bertent...

Arus kota.

Gambar
Malam hari saat aku melintas dipinggiran jalan poros balandai kota palopo, melihat kendaraan yang agak padat melintasi jalan.Untuk penyebrangan pun agaknya sulit akibat kepadatan jalan. Perasaan pun agak merasah jengkel, disamping kendaraannya padat, juga agak melaju."jengkelnya kalau begini" Tidak tahu mengapa, dalam fikiran sya tiba-muncul "oh ternyata malam ini malam minggu",tidak heran lagi karena mungkin para pemuda-pemudi lagi mencari hiburan di sabtu malam. Saat mengendarai kendaraan sya pun terus kepikiran, ternyata malam minggu bukan hanya malam yang di tunggu-tunggu untuk remaja SMA,tapi ternyata berlaku untuk semua kaum yang ada dikota,terutama Mahasiswa malam minggu pun menjadi malam yang di tunggu-tunggu. Sedikit agak senyum, serasa saya kembali dimasa-masa SMA Tentang malam minggu. Hahahaha Kembali ke pembahasan awal tentang padatnya kendaraan, teringat "oh kendaraan tadi kebanyakan megarah ke kota, mungkin ini yang dimaksu...

Masyarakat dan Agama di Negara Plural

Gambar
mages may be subject to copyright.   Find out more Cara pandang hidup masyarakat menjadi sangat penting dalam bernegara, sebab tanpa mengupayakan untuk menciptakan penyesuaian diri secara personal seorang akan cenderung menjadi pelanggar atas dasar suatu negara dan akan menjadi sangat fatal jika itu telah menjadi suatu kelompok. Sejak kapan berfikir tentang dialektika materialis dan dialektika  idealis, sejak saat itu pula mediasi historis akan menemukan langkah untuk menghasilkan suatu praksis. Jika tidak maka, konsekuensi berpengetahuan tidak membuahkan kemajuan sebagai seorang terpelajar. Dialektika – dialektika itu tergantung dari pengetahuan. Semakin banyak pengetahuan, semakin banyak pula proses dialektis yang akan mendorong individu untuk berbuat. Termasuk mediasi historis akan memberikan angin segar bagi pencinta kesetaraan dan pemegang teguh konsep pluralisme, utamanya bagi bangsa indonesia yang heterogen. Indonesia adalah negara yang terdiri d...
Gambar
Reformasi telah mencapai usianya yang ke 21 tahun, tepat pada tanggal 21 Mei 2019. Pembacaan surat terbuka dan resmi di deklarasikan oleh Soeharto di tahun 1998 mengundurkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia setelah tiga puluh dua tahun lamamnya menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Gelora kebahagian dan kesedihan menggema di langit indonesia pasca beliau membaca surat keputusan tersebut, namun seiring telah runtuhnya tirani orde baru hingga beberapa kali pergantian kepala pemerintahan indonesia, tetap tidak menuai substansi dari reformasi itu sendiri. Kendati demikian, atmosfer reformasi kian redup di karenakan agenda reformasi hanya dalam dunia fantasi saja (Utopis). Maraknya pengulangan sejarah yang telah kita dapati seperti korupsi dan kejahatan hak asasi manusia (HAM) masih terjadi secara signifikan, sektor pendidikan masih belum mencapai taraf standarisasi dari pendidikan itu sendiri serta kejahatan agraris (sengketa lahan) masih merajalela sehi...

Momentum 21 Tahun Reformasi, PMII Cabang Kota Palopo Melakukan Sarasehan Reformasi

Gambar
taman baca kota Puluhan   kader  pergerakan mahasiswa islam indonesi kota palopo, melakukan aksi bakar lilin (21 mei 2019) di taman baca kota palopo, Kelurahan Ammassagan, Kecamatan Wara. "Dalam kegiatan aksi bakar lilin ini berupaya merefleksi reformasi, mencoba mengenang para korban yang gugur didalam proses menuju reformasi dan juga berharap agenda reformasi 1998 bisa menjadi panduan bangsa ini sebagai tujuan untuk mewujudkan cita-cita reformasi yang sesungguhnya" ucap Muh. satrio nasir. Lanjutnya selaku ketua cabang pergerakan mahasiswa islam indonesia kota palopo masa khidmat 2019-2020 "Melalui momentum 21 tahun reformasi ini pula kita menyerukan persatuan untuk saling menjaga keharmonisan antara sesama anak bangsa demi terciptanya kerukunan dalam bernegara" Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, dialog seputaran reformasi dan menghadirkan  sahabat  Ridwan an nawawi S.Sos selaku mantan ketua cabang pergerakan mahasiswa islam indonesia kot...